pesugihan gunung kawi ampuhAda banyak sekali jenis pesugihan yang dapat dengan mudah Anda temukan, termasuk diantaranya adalah Pesugihan Gunung Kawi yang merupakan salah satu jenis pesugihan populer di Indonesia, bahkan hingga Asia Tenggara. Sebagaimana namanya, ini merupakan pesugihan yang dilakukan di Gunung Kawi, di desa Jugo, Kesamben, Blitar Jawa Timur. Jika dibandingkan dengan jenis pesugihan lainnya, ada banyak sekali keunikan dari pesugihan Gunung Kawi, baik dari segi ritual yang harus dilakukan, syarat yang harus dipenuhi dan hal-hal lain yang membutnya unik. Sebelum memutuskan untuk mengunjungi Gunung Kawi dan mengambil pesugihan, ada beberapa al penting untuk diketahui, berikut diantaranya:

Pohon Dewandaru

Saat mengunjungi Gunung Kawi terutama di kawasan makam, Anda akan menemukan sebuah pohon yang sangat dikeramatkan dan dianggap sebagai pembawa keberuntungan. Ini adalah jenis cereme Belanda yang oleh orang Tionghoa disebut sebagai shian-to atau pohon dewa.

Untuk mendapat ‘simbol perantara kekayaan’, Anda harus menunggu dahan, buah atau daun jatuh dari pohonnya. Begitu ada yang jatuh, maka akan diperebutkan oleh banyak orang. Bagian dari pohon yang telah gugur ini kemudian dimemanfaatkan sebagai azimat dengan cara dibungkus selembar uang kemudian disimpan ke dalam dompet. Namun, untuk mendapatkan daun dan buah dewandaru tentu dibutuhkan kesabaran. Anda tidak lagi menggu dalam hitungan jam saja, tapi juga bisa berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Ini akan menjadi hal yang sangat tidak efisien, terutama untuk Anda yang sibuk dan banyak kegiatan.

Harga Uborambe Yang Sangat Mahal

Selain harus menunggu untuk waktu yang tidak bisa dipastikan, melakukan permohonan pesugihan di Gunung Kawi juga dipatok dengan harga yang sangat mahal, karena ada banyak sekali jenis sesaji yang harus dipenuhi, diantaranya adalah minyak tanah, solar, minyak goreng, beras, kambing, sapi, ayam, darah macam putih, apel jin, wayang kulit, ruwatan dan masih banyak lagi lainnya. Saat Anda mengutarakan maksud untuk meminta pesugihan di Gunung Kawi, maka akan ada pawang khusus yang membantu Anda melakukan ritual hingga menyiapkan berbagai jenis sesaji, tentu saja Anda harus membayar dalam jumlah yang tidak murah. Nilai ini mungkin tidak akan menjadi masalah untuk Anda yang memiliki banyak uang, tapi bagaimana dengan Anda yang sedang dilanda masalah ekonomi dan tidak memiliki cukup uang untuk membayar mahar tersebut, tentu ini akan menjadi masalah tersendiri.

Berbagi Jenis Biaya Retrubusi dan Sumbangan

Saat mengunjungi Gunung Kawi, pertama Anda harus membayar retribusi untuk Desa Wonosari, menyerahkan kartu identitas pada satpam untuk didaftar nama dan alamat. Kemudian Anda juga akan menemukan banyak sekali sumbang uang sukarela yang diyakini jika semakin banyak Anda memberikan sumbangan, maka akan semakin banyak pula hasil yang didapat.

Banyaknya Peziarah Tionghoa

Meskipun sesepuh dan legenda yang beredar mengatakan bahwa Gunung Kawi adalah tempat keramat yang menjadi bagian dari sejarah penyebaran dan penajaran agama Islam, namun saat mengunjungi gunung ini Anda akan menjumpai banyak sekali peziarah Tionghoa yang melakukan doa dan sembahyang.

Guci Kuno

Dulunya, guci kuno ini digunakan untuk menyimpan air suci untuk pengobatan. Masyarakat sering menyebut guci ini dengan nama ‘janjam’. Kedua guci kuno ini sekarang diletakkan di samping kiri pesarean dan masyarakat meyakini bahwa dengan meminum air dari guci ini akan membuat seseorang menjadi awet muda.

Keunikan Dari Pesugihan Gunung Kawi